Minggu, 02 Juli 2023

 


MAX HAVELAAR

Karya: Multatuli

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengulas sebuah karya cantik dari Multatuli yang memiliki nama asli Eduard Douwes Dekker. Buku ini diterbitkan di Belanda kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Yang membuat saya tertarik untuk membaca buku ini adalah berawal dari seorang kenalan yang memberikannya pada saya. Dengan penampilan sampul buku yang sudah sedikit usang dan desain cover yang monolog juga kuno. Tetapi pada sampul buku tertulis, “kisah yang membunuh kolonialisme”-Pramoedya Ananta Toer. Inilah yang menarik bagi pembaca yang terobsesi oleh penulis tertentu. Kebetulan, saya lebih dulu mengenal pak Pram dibanding pak Multatuli ini.

Saya membaca buku ini sudah 4 tahun yang lalu. Sudah lama juga saya ingin mengulas tentang buku ini. Sedikit samar-samar untuk mengingat bagian-bagian dalam buku ini, tentu kalian harus membacanya sendiri. Buku ini kebanyakan memiliki penilaian yang susah dipahami, susah dicerna dan membosankan untuk dibaca. Tetapi itu adalah penilaian dari pembaca yang tidak memiliki selera pada karya fiksi yang berbau sejarah. Tapi jika kalian menyukai hal-hal seputar kolonialisme, sejarah, romansa kuno, juga obsess dengan masa hindia belanda. Buku ini perlu kalian baca dan kalian diskusikan dengan manusia yang sejenis dengan kalian dalam selera buku.

Tidak Panjang lebar, secara garis besar yang ingin aku sampaikan adalah pada buku ini penulis menyajikan entah ini hanya sebuah rangkaian peristiwa agar menarik dalam pembahasan bukunya, atau memang ia menyajikan sebuah fakta dan dibungkus dalam karya fiksi. Sesuai dengan perkataan pak Pram yaitu, kisah yang membunuh kolonialisme. Bahwa pada nyatanya pribumilah yang ikut andil pada kolonialisme dalam negeri sendiri. Kali ini aku tidak diperbolehkan menceritakan keseluruhannya karena kalian harus membacanya sendiri. Sebuah pengetahuan yang semu bagiku untuk mempercayai bahwa petinggi pribumi telah berlaku tidak terpelajar pada rakyatnya sendiri. Tapi, bukankah itu mungkin saja terjadi. Jika benar, berarti ini akan sangat berkaitan dengan situasi saat ini.

Keseruan dalam membaca buku ini adalah, tau bahwa faktanya kisah ini tidak hilang bersamaan dengan kolonialisme masa hindia belanda. Bahkan hingga saat ini akan menjadi alarm bagi siapapun yang telah menyelesaikan membaca buku ini, karena selama apapun kalian selesai membacanya akan tetap melekat kenyataan semu bahwa pribumi bisa menjadi penghancur untuk negeri sendiri.

Memang sedikit membingungkan pada bab pertama, mungkin karena ini termasuk pada karya yang diterjemahkan. Tetapi bersabarlah sedikit untuk menikmati keseruan kisah ceritanya. Ada sedikit kisah romansa kolonial, tapi mampu menguras banyak emosi saat membacanya. Meski hanya sekilas-sekilas tetapi mampu terkenang hingga selesai membacanya.

Yang menarik dari karya ini adalah. Sempat terjadi sebuah perdebatan di Kongres Internasional untuk Pengetahuan social di Amsterdam pada 1863. Penulis menantang saudara-saudara sebangsanya untuk membuktikan kesalahannya akan fakta dalam karyanya, tetapi tidak ada yang berani menerima tantangan itu. Perdebatan ini berkaitan dengan isi dalam karyanya. Karena dalam karya ini juga menyajikan kekuasaan pemerintah hindia belanda yang memperbudak tuan rumah dengan segala cara untuk mendapat keuntungan. Sangat disayangkan jika kalian tidak membaca buku yang menarik dan penuh dengan fakta-fakta yang tidak semua orang ketahui. Satu karya ini sangat cukup untuk menjadikan seseorang adil sejak dalam pikiran ‘dalam menilai sebuah persitiwa’. Aku mengikuti pertkataan pak Pram.

Jika kalian masih tidak yakin untuk membacanya, aku akan menampilkan sinopsi yang berada pada bagian sampul belakang buku ini,

“tragis, lucu, dan humanis. Max havelaar, salah satu karya klasik yang mendunia. Kemunculannya menggemparkan dan mengusik Nurani. Buku ini diterjemahkan dalam berbagai Bahasa dan diadaptasi dalam film dan drama. Gaung kisah Max Havelaar masih menyentuh pembaca sejak diterbitkan tahun 1860 hingga kini”

 


0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

BTemplates.com

Popular Posts