Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
Karya: Mark Manson
Buku yang berjudul Sebuah Seni Untuk
Bersikap Bodo Amat atau yang berjudul asli “The Subtle Art of Not Giving a F*ck”
merupakan karya Mark Manson yang pertama. Buku ini terbit pertama kali di New
York, dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2018. Dalam kategori
buku terjemahan, buku ini termasuk buku yang mudah dipahami dari sekian banyak
buku terjemahan lainnya. Menurut pribadi saya,
kalian akan lebih tepat membaca buku ini jika sudah berada pada tahapan ingin
mengetahui bagaimana sikap untuk menanggapi suatu problem kehidupan.
Mengingat buku ini merupakan buku
self improvement, tentu buku ini sangat cocok untuk kalian yang sering
memusingkan pikiran kalian sendiri, yang kesulitan akan sikap mempersulit diri
sendiri. Menurut saya, buku ini akan lebih cocok untuk dijadikan sebagai titik balik untuk diri kalian yang sering bertengkar dengan diri sendiri. Terlebih bertengkar
karena kalian telah mengkonsumsi stigma masyarakat tidak sesuai dosis yang
dianjurkan. Mark Mansion telah berhasil menjadi hakim sekaligus dokter untuk
jiwa para pembaca. Pada buku ini, Mark tidak menyampaikan sebuah
motivasi-motivasi seperti yang kalian tonton biasanya. Ia hanya menyajikan
sebuah fakta, dan beberapa contoh untuk kalian pilih selanjutnya. Sederhananya,
buku ini hanya menyajikan sebuah jawaban penyederhanaan pikiran manusia. Mark tidak
melebeli suatu sikap ini salah dan ini benar. Ia hanya menyajikan beberapa
contoh untuk kita pilih mana yang akan kita jalani. Sehingga menjadikan buku
ini cocok untuk segala jenis manusia dengan sifat dasarnya.
Bahasa yang mudah dipahami menjadi keunggulan buku ini,
sehingga pembaca tidak kesulitan untuk mencapai maksud yang disampaikan oleh Mark.
Pada buku ini, Mark menampilkan sebuah kisah yang berbeda dalam setiap bab nya.
Menurutku ini adalah hal yang menarik. Karena pada setiap bab, Mark menampilkan
kasus dan contoh-contoh baru. Ini yang membuat pembaca musiman seperti saya
tidak bingung dengan alur cerita dan menjaga rasa penasaran untuk terus membaca
setiap babnya.
Mark mengatakan bahwa, kita tidak seistimewa itu untuk memusingkan segala permasalahan yang ada di bumi atau bahkan merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi makhluk paling benar di Jupiter. Tentu tidak. Sangat terlihat jelas Mark ingin mengajak para pembaca bukunya untuk menanggapi permasalahan itu tidak perlu berlebihan. Ingat, ini hanya pendapatku setelah membacanya. Kalian akan memiliki pandangan lain jika membaca buku ini juga. Ada sebuah kalimat yang menarik bagiku, yaitu “meyakinkan diri sebagai makhluk yang special, merupakan sebuah strategi yang gagal”. kalian akan memahami maksud perkataan Mark jika membaca bab tiga. Mark Mansion juga mengatakan bahwa, “tidak semua orang bisa menjadi luar biasa, ada para pemenang dan pecundang di masyarakat, dan beberapa di antaranya tidak adil. Dan bukan kesalahan anda”. Pada sampul buku ini kalian bisa membaca sebuah kalimat, “Pendekatan yang Waras Demi Menjalani Hidup yang Baik”.
Kesimpulan yang saya dapat setelah selesai membacanya, saya menjadi paham akan maksud buku ini. Mark tidak akan membentuk para pembaca untuk menjalani kehidupan yang ‘Benar’, melainkan hidup yang ‘Baik’. Penyederhanaan terhadap pikiran, stigma, ekspektasi, pandangan pada masalah, penerimaan, mengerti Batasan-batasan dan segala hal yang akan kita lewati kedepannya, telah dirangkum oleh Mark. Mengingat buku ini menjadi buku terlaris versi New York Times maka ini membuktikan bahwa buku self improvement memang dibutuhkan untuk generasi saat ini

0 komentar:
Posting Komentar