
"Gambar yang ku buat untuk diriku sendiri"
Ada salah satu akun anonim yang kutemui. Ku sebut anonim karena aku tidak tau dibalik akun itu siapa, dan secara tidak sadar aku membaca seluruh tulisannya. Ia mengingatkanku pada diriku dua tahun silam. Tentang kekhawatiran, kegelisahan, kesepian yang tidak ada ujungnya, ketakutan oleh hal-hal yang tidak penting dan perasaan-perasaan yang aku rasa hanya aku yang menderita seperti ini dimuka bumi.
Rabu, 29 September 2021
September 29, 2021
Iim maya sofa
Manusia ini itu
2 comments
September 29, 2021
Iim maya sofa
Beropini, Manusia ini itu
No comments
![]() |
| Karya penulis |
Musim Corona yang mendramatisir umat yang katanya manusia. Tercatat sekitar 69% masyarakat mengalami masalah psikologis dengan 67% mengalami gejala depresi dari 2364 responden berdasarkan data swa periksa yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Jiwa Indonesia. Sayangnya hal ini masih dianggap sepele oleh masyarakat Indonesia. Tidak jauh-jauh dari lingkungan kita sendiri misalnya. Jika ada seseorang yang mengalami depresi biasanya dibilang,
“Kurang deket aja itu sama tuhan,”
“Halah, kamunya aja yang terlalu dipikir,”
“Dibuat santai aja kali ah,”
Bahkan, parahnya ada juga yang sampai disuruh ruqyah, disuruh ke dukun dan lain sebagainya. Masyarakat kita justru membiasakan diri terbelenggu dalam lingkaran Toxic Positivity. Yaitu, hal-hal yang terlihat baik tetapi berdampak buruk untuk mental kita. Begitu juga aku yang masih kerap menjadi pelaku Toxic Psitivity. Misalnya nih, ada temen yang bercerita tentang masalahnya. mungkin niat kita baik ya, dan bisa saja tidak memiliki niat khusus ketika mengatakan “Coba kamu lebih sabar lagi”, “Yaudahlah, biarin aja nanti kamu juga bakal lupa sendiri”, “Coba kamu lebih bersyukur lagi deh” dan kalimat-kalimat yang kerap kita katakana kepada seseorang yang sedang bercerita. Atau bahkan parahnya lagi malah nyuruh buat mengubur dalam-dalam perasaan atau emosi itu.
Perasaan marah, kesal dan perasaan yang dianggap negative lainnya tidak selamanya buruk dan harus dihindari. Hanya saja kita hidup di masyarakat yang mana menganggap perasaan negative itu buruk dan perasaan positif itu baik.
Padahal perasan negative yang kita rasain selama ini ternyata tidak semuanya buruk. Dengan kita jujur kepada diri kita sendiri dan apa yang kita rasain, entah itu marah, entah itu sedih, kesal dan sebagainya justru dengan menerima perasaan itu membuat kita mamhami betul apa yang diri kita butuhkan. dan mengetahui cara merespon perasaan tersebut.
Begitu juga dengan merespon permasalahn orang lain. Kita bisa menjadi pendengar yang baik dan tidak berpendapat tanpa dimintai. Karena tidak jarang seseorang yang sedang bercerita dia hanya ingin sekedar didengar saja.
Aku tau ini tidaklah mudah. Tetapi memendam kemarahan dan kesedihan dengan berpura-pura untuk baik-baik saja juga tidak menyelesaikan permasalahnmu. Mungkin sementara akan terlihat baik-baik saja. Tapi percayalah, sampah yang ditumpuk terus-menerus akan mengeluarkan bau yang lebih busuk ketika meledak. Karena tuhan sendiri menciptakan manusia dengan berbagai perasaan yang diberikan. Maka, bukan hanya perasaan bahagia saja yang harus dirayakan. Sesekali kita coba rayakan kesedihan, nikmati ketidakjelasan perjalanan kita, nikmati perasaan kehilangan dan sebagainya.
Aku bukan berkampanye tentang kesehatan mental. Ini hanya tulisan yang ku ketik karena aku merasakan sendiri bagaimana rasanya berusaha baik-baik saja dan menympan kesedihan sendiri dalam jangka waktu yang lama. Ini tidak akan menyembuhkanmu dan membuatmu merasa baik. Tidak lain kamu hanya menunda untuk bersedih.
September 29, 2021
Iim maya sofa
Beropini, Tokoh
No comments
![]() |
| Pic from google |
"Hidup bisa memberi segala, kepada semua yang mau mencari tau dan pandai menerima."
Selasa, 28 September 2021
September 28, 2021
Iim maya sofa
Beropini
2 comments

Kalian tau istilah "Inherited opinion. Believing something because someone gold you so." (Mempercayai sesuatu, hanya karena orang lain ngasih tau kita) kalimat ini aku kutip dari salah satu video beropini dari Gita Savitri. Dalam video tersebut menjelaskan kurang lebihnya mengenai pentingnya berpikir kritis.
Perlu berpikir, mengapa aku melakukan ini dan aku tidak melakukan itu. Bukan lagi berada pada fase hanya karena melihat kebiasaan orang banyak yang melakukan kemudian mengikutinya. Jadi kita tahu melakukan sesuatu itu atas dasar apa dan bukan karena melihat apa kebiasaan orang lain.
Kemudian, mengapa kita perlu berpikir kritis?
Pertama, kita akan memilki kebebasan dalam berpikir dan memiliki 100 persen atas keputusan yang telah kita buat.
Kedua, hal Ini dapat membuat kita percaya diri dengan opini dan pemikiran diri yang objektif karena kita sudah mencoba mereduksi bias yang kita miliki.
Ketiga, Menjadi lebih open minded karena kita aware akan argumen atau ide lain yang bisa juga sama-sama valid.
Keempat, akan memahami lebih banyak literasi. Karena tidak terpakai pada satu hal yang sudah ada.
Kelima, terhindar dari manipulasi (media, penipuan seperti berita palsu).
Kemudian, bagimana caranya??
• Berpikir objektif dan seadil mungkin terhadap sesuatu topik atau isu
• Menganalisa faktor-faktor yang terlibat.
• Sadar atas kemungkinan adanya bias (kepentingan terhadap salah satu pihak)
• Mengidentifikasi argumen atau point of view lain yang berkaitan dengan isu tersebut.
• Evaluasi argumen lagi untuk menentukan apakah valid atau tidak.
• Yang terpenting adalah memperhatikan efek dan implikasi dari argumen yang kita buat.
Pemikiran yang telah kita buat tidak selamanya akan valid dalam waktu yang panjang. Perlu adanya evaluasi diri sendiri, dan selalu memperbarui pola pikir agar dapat menempatkan diri ketika menjumpai situasi yang beragam. Berpikir kritis juga tidak bisa kita lakukan setiap saat. Dan perlu diingat kadar kritis seseorang berbeda dengan seseorang yang lain. Lebih mudah jika opini-opini semacam ini kita utarakan dan sampaikan melalui tulisan atau sekedar berbincang. Karena sudah pasti akan menjadi benang kusut jika hanya berhenti dalam kepala.
Mari kita sebar energi positif di sekeliling kita dan bertumbuh bersama. See u next time!
September 28, 2021
Iim maya sofa
Melancong
No comments
September 28, 2021
Iim maya sofa
Manusia ini itu
No comments
![]() |
| Karya Penulis |
Sialan!! Satu kata yang ku ucapkan ketika peristiwa itu menimpaku dan tidak tau ku tujukan pada siapa. Ya, aku bukan seseorang yang mengatakan kata baik ketika kesal. Peristiwa yang menjadikan ku piatu. Aku sempat marah pada tuhan, mengapa ibu ku?? Mengapa harus aku yang mengalami ini? Apa tidak ada orang lain yang bisa menggantikan ?
Pertanyaan-pertanyaan bodoh yang muncul di kepalaku dan membuatku malu pada malaikat yang menjagaku di sebelah kanan dan kiri. Mungkin malaikat itu berkata, "manusia bodoh". Jika ku dengar malaikat itu berkata demikian, akan ku jawab "kamu tidak pernah merasakan kehilangan kan malaikat?".
Aku memang manusia yang keras kepala dan sering berpikir tidak masuk akal. Sepertinya dua malaikat ini sudah mengenalku dengan baik, dan sudah semestinya mereka tidak kaget dengan kelakuanku saat itu.
Mungkin Tuhan juga menyesal menciptakanku dan membiarkan aku tumbuh dengan baik di Bumi karena aku mempertanyakan hal-hal yang bodoh padaNya. Tetapi tuhan tidak seperti manusia, aku yakin tuhan akan memahami perasaan hambanya saat itu.
Selang beberapa jam, aku mengucapkan kalimat "Astagfirullah". Kalau dalam agamaku, itu semacam kalimat penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan. Yaaa, aku menyesal telah menjadi manusia bodoh selama beberapa jam sebelumnya.
Butuh beberapa hari untuk mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaan bodoh yang ku tanyakan pada tuhan. Tidak, aku tidak mendapat wahyu secara langsung. Perlahan aku memahami rencana tuhan. Tuhan tidak sejahat itu padaku, tuhan sudah merencanakan yang terbaik untukku dan juga ibuku.
Sebenarnya aku tidak perlu menulis permintaan maaf kepada tuhan lewat blog ini. Karena tuhan pasti sudah mengetahui isi hati seorang hampanya. Lagi pula, aku menulis blog ini dengan sedikit meng-edit beberapa kalimat agar terlihat mendramatisir. Ya kalau ku tulis sesuai isi hatiku, justru akan lebih terlihat bodoh diriku.
Jika kalian membaca ini hingga akhir dan tidak memahami maksudku. Ku persilahkan untuk meninggalkan komentar di bawahnya. Dan akan ku perbaiki lagi. Dan jika ada yang kalian tanyakan silahkan tuliskan kalimat tersebut dalam kolom komentar. See next time!
September 28, 2021
Iim maya sofa
Tentang aku
1 comment
![]() |
| pic: karya penulis |
Hai. Namaku iim. Perkenalkan, mahasiswi akhir yang sampai saat ini masih pusing karena melihat teman-temannya yang ambisius soal tugas akhir.
Aku bukannya sedang bersantai, hanya saja aku belum menemukan kegairahan untuk mengerjakannya.
Apa? Kamu mengatakan aku cuma alasan?
Hei, asal kamu tau ya. Mengerjakan sesuatu yang dipaksa itu tidak akan melekat lama. Jadi, aku mencoba sedikit santai meskipun hampir sinting rasanya.
Dahlah, intinya kamu juga baca ini hingga akhir kan. Tunggu updatean setiap minggunya ya.
Ini akan berisikan banyak hal. Mulai dari manusia, setengah manusia, hingga seperempat manusia akan ku tuliskan disini.




