Selasa, 28 September 2021

Karya Penulis


Sialan!! Satu kata yang ku ucapkan ketika peristiwa itu menimpaku dan tidak tau ku tujukan pada siapa. Ya, aku bukan seseorang yang mengatakan kata baik ketika kesal. Peristiwa yang menjadikan ku piatu. Aku sempat marah pada tuhan, mengapa ibu ku?? Mengapa harus aku yang mengalami ini? Apa tidak ada orang lain yang bisa menggantikan ?


Pertanyaan-pertanyaan bodoh yang muncul di kepalaku dan membuatku malu pada malaikat yang menjagaku di sebelah kanan dan kiri. Mungkin malaikat itu berkata, "manusia bodoh". Jika ku dengar malaikat itu berkata demikian, akan ku jawab "kamu tidak pernah merasakan kehilangan kan malaikat?".

Aku memang manusia yang keras kepala dan sering berpikir tidak masuk akal. Sepertinya dua malaikat ini sudah mengenalku dengan baik, dan sudah semestinya mereka tidak kaget dengan kelakuanku saat itu.

Mungkin Tuhan juga menyesal menciptakanku dan membiarkan aku tumbuh dengan baik di Bumi karena aku mempertanyakan hal-hal yang bodoh padaNya. Tetapi tuhan tidak seperti manusia, aku yakin tuhan akan memahami perasaan hambanya saat itu.

Selang beberapa jam, aku mengucapkan kalimat "Astagfirullah". Kalau dalam agamaku, itu semacam kalimat penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan. Yaaa, aku menyesal telah menjadi manusia bodoh selama beberapa jam sebelumnya.

Butuh beberapa hari untuk mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyaan bodoh yang ku tanyakan pada tuhan. Tidak, aku tidak mendapat wahyu secara langsung. Perlahan aku memahami rencana tuhan. Tuhan tidak sejahat itu padaku, tuhan sudah merencanakan yang terbaik untukku dan juga ibuku. 

Kehilangan seseorang yang kita cintai memang tidaklah mudah untuk mengiklaskan. Aku belajar bahwa kita tidak perlu melupakan mereka yang sudah tidak ada. Kita perlu mengenang mereka setiap saat dan sampai waktu yang tidak ditentukan. Dengan begitu mereka akan tetap hidup dalam diri kita.

Kematian bukanlah hal yang perlu disesali dan saling menyalahkan salah satu pihak atau diri sendiri dan seraya berkata "andai saja.....". Perkataan 'andai saja' tidak akan mengembalikan situasi yang ada saat ini. Kita hanya perlu berjalan, dan ditemani dengan kenangan yang kita miliki. Semuanya masih terasa sama meski bertambahnya waktu menjadikan kenangan lambat laun akan memudar. Dengan begitu kita tidak akan ada waktu untuk menyesali yang sudah terjadi. 

Sebenarnya aku tidak perlu menulis permintaan maaf kepada tuhan lewat blog ini. Karena tuhan pasti sudah mengetahui isi hati seorang hampanya. Lagi pula, aku menulis blog ini dengan sedikit meng-edit beberapa kalimat agar terlihat mendramatisir. Ya kalau ku tulis sesuai isi hatiku, justru akan lebih terlihat bodoh diriku.

Jika kalian membaca ini hingga akhir dan tidak memahami maksudku. Ku persilahkan untuk meninggalkan komentar di bawahnya. Dan akan ku perbaiki lagi. Dan jika ada yang kalian tanyakan silahkan tuliskan kalimat tersebut dalam kolom komentar. See next time!

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

BTemplates.com

Popular Posts