| from pinterest |
Akhir-akhir ini aku sering memikirkan banyak hal sembari berdiam diri di
dalam kamar mandi. Tidak tahu sejak kapan kamar mandi selalu menjadi tempat
untuk menemukan ide-ide baru. Tapi kali ini lebih tepatnya bukan ide baru. Ini hanya
metode cocoklogy yang ku buat sendiri sembari memainkan air yang keluar dari
shower patahku. Kalian pasti memiliki teman kan, atau tidak? (Maaf jika aku menyinggungmu yang tidak
punya teman). Aku tau, beberapa manusia memang mengalami sedikit kesulitan
dalam berteman, atau bahkan hanya sekedar kenal. Aku tau, karena aku sendiri
juga sulit untuk berteman. Hal baru yang kutemukan adalah, aku merasa pertemanan
itu seperti selera musik. Entah, menurutku ini sangat berhubungan dengan
kepribadian seseorang. Jadi begini, seseorang akan memainkan musik yang ia
sukai. Bgtu juga dengan pertemanan, seseorang akan bermain atau sekedar bersama
dengan teman yang ia sukai. Kemudian, jika sebuah musik dirasa bukan seleranya
dan tidak cocok untuknya, maka ia tidak akan mendengarkan atau bahkan
mendengarnya sekilas saja sudah “ah ini
lagi,”. Begitu juga pertemanan, jika seseorang tidak merasa nyaman atau
cocok dengan orang tersebut pasti akan malas untuk membangun komunikasi. Jangankan
untuk ngobrol, terkadang mendengar namanya sudah tidak tertarik. Kita kerap
malas mendengar musik yang memang bukan selera kita, begitu juga perihal
pertemanan. Kita akan tidak tertarik untuk berteman dengan seseorang yang kita
rasa tidak sefrekuensi dengan kita. Tidak ingin mendengarkan hingga selesai,
begitu juga tidak perlu ngobrol untuk mengenal. Apalagi jika kalian menyukai
satu lagu, pasti itu-itu saja yang kalian mainkan, benar bukan? Bukankah sama
halnya dengan pertemanan? Kalian akan bermain dengan teman kalian yang kalian
sukai.
Mungkin ini terjadi tidak hanya pada selera musik, selera makan mungkin
juga bisa. Tetapi percayalah manusia memang tidak terlepas dari ketertarikan
pada satu hal saja. Manusia terlanjur monoton. Jika kalian memiliki playlist
musik mingguan, atau playlist lagu hiphop, lagu pop, lagu lama, dan sebagainya.
Aku yakin, pasti kalian memiliki lingkaran pertemanan yang kalian kelompokkan
sendiri. Misal, dengan judul teman kelas, teman kost, teman kerja, teman
healing, teman belajar, dan judul-judul kelompok pertemanan kalian yang lain.
aku tidak tau, apa hanya aku saja yang merasa demikian. Tapi aku yakin kalian
yang sedang membaca ini sedang berpikir, “iya
yah?”
Tapi maaf jika kamu yang tidak menyukai musik, aku tidak bermaksud untuk memaksamu memahami ini. Karena aku
yakin, kalau kamu tidak suka dengan musik sepertinya kamu tidak tertarik untuk
berteman dengan manusia. (emot ketawa
tiga kali)J . Bahkan
seseorang yang tertarik untuk berteman dengan hantu saja memiliki lagunya
sendiri. Lingsir wengi misalnya. Wkwk.
Jangan terlalu serius, aku hanya ingin menuliskan pikiranku yang sepertinya
susah fokus ketika mengerjakan skripsi. Suka berlarian kesana kemari dan
akhirnya memikirkan hal lain. aku sedikit kesal dengan diriku sendiri yang memiliki
pikiran se-random ini. Saat ini aku
ingin mencuci sepatuku yang sudah setengah tahun sepertiya belum ku cuci dan
menurutku ini adalah waktu yang tepat untuk mencuci sepatu sembari memikirkan
akan memilih teori yang mana. Aku memang terlahir sebagai manusia yang sedikit
banyak berpikir, hanya saja tidak seperti einstein. Selamat menikmati hari
selasa!