Rabu, 04 Mei 2022

Pic from pinterest

Disela-sela kesibukan yang tidak menentu. Kadang sibuk ngerjain skripsi seminggu sekali, kadang juga sibuk menamatkan event dalam game, kadang juga suka sibuk diem aja. Aku memang cukup sibuk untuk banyak hal. Tapi untuk kali ini, aku kembali lagi setelah sekian purnama aku bersembunyi di dalam goa pikiranku sendiri. Bukan karena aku lupa pasword blog ini. Seperti yang aku katakan tadi, aku cukup sibuk dalam banyak hal. Berbicara tentang kesibukan, kalian juga pasti memiliki kesibukan, tapi aku akan mengucapkan terimakasih karena tetap mau membaca tulisan yang tidak tau arah jalan pulang ini. Saat ini aku disibukkan dengan pikiranku yang mulai sejak kemarin sore membuatku berpikir semalaman. Ini perihal insecure yang saat ini populer dikalangan anak muda yang katanya beranjak dewasa. Insecure bisa dikatakan sebagai bentuk perasaan tidak percaya diri.  Tapi aku tidak akan membahas pengertian apa itu insecure, karena kalian pasti tau dan mungkin kalian juga sering merasakan hal demikian.

Sebagai manusia yang lebih sering memfungsikan telingaku, menjadikan aku sering mendengarkan istilah tersebut. Hampir dua kali dalam sehari aku mendengar kata insecure yang dilengkapi dengan problematika yang mendramatisir. Insecure memang wajar dialami oleh manusia normal. Rasa tidak percaya diri terkadang juga kita butuhkan agar kita tahu diri. Tetapi, semakin kesini memang semakin kesana. Apapun yang kita anggap tidak memenuhi kualifikasi standar kehidupan jaman sekarang, itu menjadikan rasa insecure  muncul begitu saja. Tetapi anehnya kita mempelihara kata insecure dalam diri kita, sampai pada puncaknya kalian akan memberi label pada diri kalian dengan istilah "Depresi". Secara tidak sadar kalian telah membangun tembok dan mengurung diri.  Karena selalu merasa tidak sebanding dengan orang lain.

Penggunaan istilah insecure juga dirasa tidak perlu sering-sering digunakan. Karena, pada nyatanya jika dipilah satu persatu permasalahan yang kalian timbun dalam pikiran kalian, mungkin hanya 10% saja yang memang pantas menyandang gelar insecure mengahadapi problematika kehidupan. Artinya, tidak semua hal dapat dijadikan bahan untuk mendramatisir kehidupan kalian sendiri.  Misalnya para pengguna android yang insecure dengan iph*** user, ketinggalan glow up, penampilan yang tidak trandi ala pemuda masa kini, circle high class yang katanya "Toxic Relationship" tapi tetep repost story, dan problematika yang sebenarnya dapat kalian selesaikan sebelum meluncurkan kata Insecure ke permukaan bumi ini.

Penggunaan kata insecure yang sering kalian ucapakan itu juga berdampak pada pemikiran orang lain. ini terjadi pada diriku sendiri. Karena sering mendengarkan cerita insecure yang menurutku tidak masuk akal, lambat laun dengan tidak sadar aku juga terbawa dengan suasana dan menerapkan istilah insecure itu. Padahal, sebelumnya aku tidak begitu memperdulikan hal-hal yang memang menurutku tidak perlu dipikirkan. Ada salah satu temanku yang pernah menceritakan bahwa dirinya Insecure dengan teman-temannya yang sudah glow up, pakaian yang terlihat mahal dikalangan mahasiswa dan atribut duniawi lainnya. Menjadikan aku berpikir bahwa aku juga belum mencapai hal-hal tersebut. Secara tidak sadar, insecure juga menciptakan standar keberhasilan bagi diri kita. Padahal semua itu pada awalnya bukan tujuan kita.

Insecure yang telah mengakar pada mindset kita, kemudian menciptakan standar keberhasilan yang tidak sesuai dengan tujuan awal, menjadikan mental-mental yang harus disupport oleh atribut dunia, menjadikan diri semakin merasa tidak pantas berada di muka bumi ini, dan menularkan rasa-rasa insecure kepada orang lain hingga menciptakan pribadi yang manipulatif. Mungkin menurutku pribadi yang sok tau ini, sudah saatnya kita meminimalisir penggunaan kata insecure pada diri kita. Karena pada nyatanya, permasalahan tersebut bisa kita selesaikan, dan lagi-lagi hidup beserta gayanya adalah pilihan. Sudah saatnya memfilter mana yang perlu dikonsumsi oleh otak, dan mana yang perlu untuk dibuang. Dan berhentilah untuk mengatakan insecure pada segala hal jika dirasa itu mampu diselesaikan atau bahkan tidak perlu dipikirkan.


0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

BTemplates.com

Popular Posts