Selasa, 28 September 2021


Kalian tau istilah "Inherited opinion. Believing  something because someone gold you so." (Mempercayai sesuatu, hanya karena orang lain ngasih tau kita) kalimat ini aku kutip dari salah satu video beropini dari Gita Savitri. Dalam video tersebut menjelaskan kurang lebihnya mengenai pentingnya berpikir kritis.

Memang sudah seharusnya kita mengajarkan atau memperaktikan kepada diri sendiri untuk mengidentifikasi isu yang ada terlebih dahulu. Tanpa harus mengkiaskan pada sesuatu. "Katanya ini, itu. Dan sebagainya".
Perlu berpikir, mengapa aku melakukan ini dan aku tidak melakukan itu. Bukan lagi berada pada fase hanya karena melihat kebiasaan orang banyak yang melakukan kemudian mengikutinya. Jadi kita tahu melakukan sesuatu itu atas dasar apa dan bukan karena melihat apa kebiasaan orang lain.

Kemudian, mengapa kita perlu berpikir kritis?

Pertama, kita akan memilki kebebasan dalam berpikir dan memiliki 100 persen atas keputusan yang telah kita buat.
Kedua, hal Ini dapat membuat kita percaya diri dengan opini dan pemikiran diri yang objektif karena kita sudah mencoba mereduksi bias yang kita miliki.
Ketiga, Menjadi lebih open minded karena kita aware akan argumen atau ide lain yang bisa juga sama-sama valid.
Keempat, akan memahami lebih banyak literasi. Karena tidak terpakai pada satu hal yang sudah ada.
Kelima, terhindar dari manipulasi (media, penipuan seperti berita palsu).

Kemudian, bagimana caranya??
• Berpikir objektif dan seadil mungkin terhadap sesuatu topik atau isu
• Menganalisa faktor-faktor yang terlibat.
• Sadar atas kemungkinan adanya bias (kepentingan terhadap salah satu pihak)
• Mengidentifikasi argumen atau point of view lain yang berkaitan dengan isu tersebut.
• Evaluasi argumen lagi untuk menentukan apakah valid atau tidak.
• Yang terpenting adalah memperhatikan efek dan implikasi dari argumen yang kita buat.

Pemikiran yang telah kita buat tidak selamanya akan valid dalam waktu yang panjang. Perlu adanya evaluasi diri sendiri, dan selalu memperbarui pola pikir agar dapat menempatkan diri ketika menjumpai situasi yang beragam. Berpikir kritis juga tidak bisa kita lakukan setiap saat. Dan perlu diingat kadar kritis seseorang berbeda dengan seseorang yang lain. Lebih mudah jika opini-opini semacam ini kita utarakan dan sampaikan melalui tulisan atau sekedar berbincang. Karena sudah pasti akan menjadi benang kusut jika hanya berhenti dalam kepala.

Mari kita sebar energi positif di sekeliling kita dan bertumbuh bersama. See u next time!

2 komentar:

  1. menjadi diri sendiri dengan mengajak orang lain untuk menjadi diri mereka sendiri, sama halnya dengan mereka tidak menjadi diri mereka sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak, aku tidak mengajak siapapun untuk menjadi diri sendiri. Tidak ada ajakan dan juga seruan. Aku mengajak manusia untuk berpikir saja. Karena yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya hanyalah berpikir. ☺

      Hapus

Blogroll

BTemplates.com

Popular Posts