Minggu, 02 Juli 2023

 


REVIEW BUKU

LAUT BERCERITA

Karya: Leila S. Chudori

 

Buku ini berjudul Laut Bercerita. Berkisah tentang sekelompok mahasiswa pada era tahun 1980an. Tokoh utamanya ialah Laut Biru. Tentu saja itu sebuah nama. Penulis memberikan nama yang menarik pada setiap tokoh dalam buku ini. Setiap nama yang diberikan dan watak pada tokoh di dalam buku, menurutku penulis telah berhasil mempadupadankan nama dan karakter yang sesuai. Pada bagian pertama buku ini berjudul Laut Biru, yaitu tokoh utama dalam buku ini. Setelah membaca buku yang berjudul Laut Bercerita, dengan tokoh utama yang Bernama Laut Biru, menurutku ini suatu hal yang saling melekat.

Sekelompok mahasiswa aktivis di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan segala latar cerita yang disajikan oleh penulis, membuatku yang juga mahasiswa jogja menjadi seakan-akan masuk dalam ruang waktu dan ikut dalam peristiwa itu. Penulis mampu menampilkan segala situasi serta lokasi yang menurutku ini telah memakan waktu yang lama untuk mengkajinya dan dipersembahkan dalam karya yang cantik ini. Bukan sebuah sikap yang berlebihan untuk mengakatakan bahwa ini adalah karya yang dirangkai dengan sangat rapi, hingga dapat membawa pembaca merasa ikut andil dalam setiap situasi di dalamnya.

Penokohan yang ditulis memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tetapi jika telah selesai membacanya hingga akhir, pembaca akan menemukan sebuah kekuatan yang diciptakan oleh karakter setiap tokoh. Sekali lagi, karya ini mampu membuatku merasakan keadaan yang penuh dengan cinta, kasih, persahabatan, kekeluargaan, semangat juang, prinsip yang keras bahkan kekesalan pada beberapa tokoh akan dirasakan pembaca. Bagaimana bisa, satu karya ini telah menyajikan begitu banyak perasaan manusia di dalamnya. Hingga butuh waktu 5 hari untuk sadar bahwa ini hanyalah buku fiksi, dan Laut Biru hanya tokoh yang dibuat penulis. Laut Bercerita benar-benar memiliki cerita yang dalam, pun dengan Laut Biru dengan segala ketenangan dalam jiwanya.

Pada bagian kedua yang berjudul, Asmara Jati. Asmara Jati merupakan seorang adik perempuan dari Laut Biru. Sekali lagi, aku sangat suka dengan penaman tokoh yang mudah dikenang bahkan jika aku sudah lama menyelesaikan bacaan ini.

Jadi, dalam satu buku ini memiliki dua bagian yang diceritakan dari dua sudut pandang lainnya. Pada bagian pertama adalah bagian dimana Laut Biru masih sempat untuk menceritakan kisahnya, kemudian pada bagian kedua, disambung oleh adiknya yaitu Asmara Jati. Awalnya aku merasa bingung saat membaca bagian kedua, karena aku tidak begitu memperhatikan peralihan alur cerita. Setelah itu aku memahami dan bagian kedua tidak begitu berbeda dengan bagian kesatu dalam segi segala hal. Hanya saja, mungkin ini disebabkan emosiku telah terkuras saat membaca bagian satu, Laut Biru. Sehingga pada saat menyelesaikan bagian kedua, aku membacanya dalam keadaan setengah pasrah dan masih pada perasaan tidak bisa menerima.

Untuk akhir cerita pada buku ini, menurutku ini benar-benar tidak adil. Tapi inilah kenyataan yang sesungguhnya. Justru penulis menampilkan sebuah keadaan yang memang sewajarnya terjadi. Dan mungkin ini juga yang menjadikan pembaca merasa bahwa ini terlalu nyata untuk sebuah karya fiksi. Karena dalam buku ini tidak menampilkan sebuah keajaiban-keajaiban yang tidak semua orang miliki. Karya ini telah menampilkan sebuah keindahan dalam merangkai kalimat, tapi penyiksaan untuk ikut andil dalam merasakan perasaan setiap tokoh.

Buku ini akan saya rekomendasikan pada kalian yang suka membaca karya fiksi dan berbau sejarah. Buku ini akan lebih mudah dipahami dan sangat menarik karena memiliki latar belakang di lingkungan yang mudah dijangkau. Semua tempat dalam buku ini dibuat seakan-akan memang terjadi pada tempat yang sesungguhnya. Dan aku membaca buku ini sambil mencari seluruh lokasinya. Apakah aku sudah terobsesi untuk membuktikan bahwa ini adalah kisah nyata? Tentu ini karena aku terbawa oleh perasaan yang penulis ciptakan dalam buku Laut Bercerita.


2 komentar:

Blogroll

BTemplates.com

Popular Posts