REVIEW BUKU
LAUT BERCERITA
Karya: Leila S. Chudori
Buku ini berjudul Laut Bercerita. Berkisah tentang
sekelompok mahasiswa pada era tahun 1980an. Tokoh utamanya ialah Laut Biru. Tentu
saja itu sebuah nama. Penulis memberikan nama yang menarik pada setiap tokoh
dalam buku ini. Setiap nama yang diberikan dan watak pada tokoh di dalam buku, menurutku
penulis telah berhasil mempadupadankan nama dan karakter yang sesuai. Pada bagian
pertama buku ini berjudul Laut Biru, yaitu tokoh utama dalam buku ini. Setelah
membaca buku yang berjudul Laut Bercerita, dengan tokoh utama yang Bernama Laut
Biru, menurutku ini suatu hal yang saling melekat.
Sekelompok mahasiswa aktivis di Daerah Istimewa
Yogyakarta, dengan segala latar cerita yang disajikan oleh penulis, membuatku
yang juga mahasiswa jogja menjadi seakan-akan masuk dalam ruang waktu dan ikut
dalam peristiwa itu. Penulis mampu menampilkan segala situasi serta lokasi yang
menurutku ini telah memakan waktu yang lama untuk mengkajinya dan
dipersembahkan dalam karya yang cantik ini. Bukan sebuah sikap yang berlebihan
untuk mengakatakan bahwa ini adalah karya yang dirangkai dengan sangat rapi,
hingga dapat membawa pembaca merasa ikut andil dalam setiap situasi di
dalamnya.
Penokohan yang ditulis memiliki karakteristik
yang berbeda-beda. Tetapi jika telah selesai membacanya hingga akhir, pembaca
akan menemukan sebuah kekuatan yang diciptakan oleh karakter setiap tokoh. Sekali
lagi, karya ini mampu membuatku merasakan keadaan yang penuh dengan cinta,
kasih, persahabatan, kekeluargaan, semangat juang, prinsip yang keras bahkan
kekesalan pada beberapa tokoh akan dirasakan pembaca. Bagaimana bisa, satu
karya ini telah menyajikan begitu banyak perasaan manusia di dalamnya. Hingga butuh
waktu 5 hari untuk sadar bahwa ini hanyalah buku fiksi, dan Laut Biru hanya
tokoh yang dibuat penulis. Laut Bercerita benar-benar memiliki cerita yang
dalam, pun dengan Laut Biru dengan segala ketenangan dalam jiwanya.
Pada bagian kedua yang berjudul, Asmara Jati.
Asmara Jati merupakan seorang adik perempuan dari Laut Biru. Sekali lagi, aku
sangat suka dengan penaman tokoh yang mudah dikenang bahkan jika aku sudah lama
menyelesaikan bacaan ini.
Jadi, dalam satu buku ini memiliki dua bagian
yang diceritakan dari dua sudut pandang lainnya. Pada bagian pertama
adalah bagian dimana Laut Biru masih sempat untuk menceritakan kisahnya,
kemudian pada bagian kedua, disambung oleh adiknya yaitu Asmara Jati. Awalnya aku
merasa bingung saat membaca bagian kedua, karena aku tidak begitu memperhatikan peralihan
alur cerita. Setelah itu aku memahami dan bagian kedua tidak begitu berbeda dengan
bagian kesatu dalam segi segala hal. Hanya saja, mungkin ini disebabkan emosiku
telah terkuras saat membaca bagian satu, Laut Biru. Sehingga pada saat
menyelesaikan bagian kedua, aku membacanya dalam keadaan setengah pasrah dan
masih pada perasaan tidak bisa menerima.
Untuk akhir cerita pada buku ini, menurutku ini
benar-benar tidak adil. Tapi inilah kenyataan yang sesungguhnya. Justru penulis
menampilkan sebuah keadaan yang memang sewajarnya terjadi. Dan mungkin ini juga
yang menjadikan pembaca merasa bahwa ini terlalu nyata untuk sebuah karya
fiksi. Karena dalam buku ini tidak menampilkan sebuah keajaiban-keajaiban yang
tidak semua orang miliki. Karya ini telah menampilkan sebuah keindahan dalam
merangkai kalimat, tapi penyiksaan untuk ikut andil dalam merasakan perasaan setiap
tokoh.
Buku ini akan saya rekomendasikan pada kalian
yang suka membaca karya fiksi dan berbau sejarah. Buku ini akan lebih
mudah dipahami dan sangat menarik karena memiliki latar belakang di lingkungan
yang mudah dijangkau. Semua tempat dalam buku ini dibuat seakan-akan memang
terjadi pada tempat yang sesungguhnya. Dan aku membaca buku ini sambil mencari
seluruh lokasinya. Apakah aku sudah terobsesi untuk membuktikan bahwa ini
adalah kisah nyata? Tentu ini karena aku terbawa oleh perasaan yang penulis
ciptakan dalam buku Laut Bercerita.

Spill tempatnya kak di jogja bagian manaa
BalasHapustentu kamu harus membaca dulu hahaha
Hapus